Seorang pejabat Houthi mengonfirmasi adanya serangan di ibu kota Yaman, Sanaa, serta Kota Saada dan Dhamar. Serangan juga terjadi di Provinsi Hudaydah. Pejabat itu pun menyebutnya sebagai "agresi Amerika-Zionis-Inggris."
Para saksi mata mengatakan kepada Reuters bahwa serangan tersebut menargetkan pangkalan militer yang berdekatan dengan Bandara Sanaa, sebuah situs militer di dekat Bandara Taiz, sebuah pangkalan Angkatan Laut Houthi di Hudaydah dan situs militer di Provinsi Hajjah.
Serangan yang sedang berlangsung ini menjadi salah satu demonstrasi paling dramatis hingga saat ini mengenai meluasnya perang Israel-Hamas di Timur Tengah sejak meletusnya konflik pada Oktober lalu. Kendati demikian, AS mengklaim tidak ada niat untuk meningkatkan ketegangan.
Seorang pejabat AS, yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan serangan itu melibatkan pesawat, kapal, dan kapal selam. Pejabat itu mengatakan, lebih dari 12 lokasi di Yaman yang dijadikan sasaran oleh AS. Dia pun menyebut serangan tersebut dimaksudkan untuk melemahkan kemampuan militer Houthi dan tidak hanya bersifat simbolis.
"Tujuan serangan ini sangat jelas sejak awal dan dari Presiden (Biden), yaitu untuk menghilangkan kemampuan Houthi dalam menargetkan kapal maritim, baik kapal komersial maupun militer," kata seorang pejabat senior militer AS lainnya.