Pemasok harus mengajukan permohonan lisensi sebelum menjual kepada keempat perusahaan tersebut yang kemungkinan besar akan ditolak.
NSO Group dan Candiru dituduh menjual alat peretasan kepada rezim otoriter beberapa negara. Perusahaan menyatakan mereka hanya menjual produknya ke lembaga penegak hukum dan intelijen serta sudah berupaya menekan penyalahgunaan.
Juru bicara NSO mengatakan perusahaan kecewa dengan keputusan AS dengan alasan teknologinya justru mendukung kepentingan dan kebijakan keamanan nasional AS dalam mencegah terorisme dan kejahatan lain.
"Dengan demikian kami akan menganjurkan agar keputusan ini dibatalkan," ujar juru bicara.
Sementara itu Kementerian Pertahanan Israel, selaku pihak yang memberikan lisensi ekspor untuk NSO, belum berkomentar mengenai masalah ini.