AS Akui Salah Sasaran dalam Serangan Udara di Kabul, Sebabkan 10 Warga Sipil Tewas

Umaya Khusniah
Komandan Pusat Komando AS, Jenderal Frank McKenzie. (Foto: Anadolu)

Sebagai informasi, serangan udara itu terjadi tiga hari setelah afiliasi Daesh/ISIS-K melakukan beberapa serangan bom bunuh diri di Bandara Internasional Kabul. Sebanyak hampir 200 orang tewas termasuk sejumlah warga Afghanistan yang berusaha melarikan diri dari negara itu setelah pengambilalihan oleh Taliban.

Militer AS kini tengah mempertimbangkan pemberian sanksi  terhadap mereka yang terlibat dalam serangan itu.

Menteri Pertahanan, Lloyd Austin turut menyampaikan belasungkawa atas kesalahan tersebut. 

"Atas nama Departemen Pertahanan, saya menyampaikan belasungkawa yang terdalam kepada anggota keluarga yang masih hidup dari mereka yang terbunuh, termasuk Ahmadi dan staf Nutrition and Education International," katanya dalam sebuah pernyataan, mengacu pada seorang korban tewas, Zemari Ahmadi yang bekerja Nutrition and Education International. 

Dia menambahkan, tidak ada hubungan antara Ahmadi dan ISIS-Khorasan. Kegiatan korban pada hari itu sama sekali tidak berbahaya dan tidak terkait dengan ancaman dari ISIS-K. 

"Kami mohon maaf, dan kami akan berusaha untuk belajar dari kesalahan mengerikan ini," tambah Austin.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Naik usai AS Serang Iran, Pasokan Makin Ketat

57 tahun lalu

2 Warga Sipil Terluka Kena Peluru Nyasar di Kampus UNP, TNI AD Turun Tangan

57 tahun lalu

AS Kembali Serang Iran, Peluncur Rudal hingga Kapal Pemasang Ranjau Jadi Target

57 tahun lalu

Blak-blakan, Menhan Beberkan Asal Muasal AS Ajukan Izin Terbang di Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal