CBS News juga melaporkan serangan itu bukan insiden tunggal. Pangkalan militer yang sama telah diserang dua kali dalam kurun 48 jam dan menyebabkan puluhan personel mengalami luka-luka.
Menurut laporan tersebut, rudal berpemandu presisi Iran berulang kali mampu menembus sistem pertahanan rudal milik Yordania maupun AS.
Juru Bicara Komando Pusat AS (Centcom), Tim Hawkins, mengatakan pasukan AS bersama sekutunya telah mencegat puluhan rudal dan drone Iran yang mengarah ke negara-negara Teluk sejak 17 Juli. Namun, dia mengakui tidak semua proyektil berhasil dihentikan.
Departemen Pertahanan (Pentagon) mengonfirmasi hampir 100 personel militer AS mengalami luka-luka akibat serangan Iran di berbagai pangkalan di Timur Tengah sepanjang bulan ini, belum termasuk korban dalam serangan terbaru di Yordania.