Armenia Bersedia Mulai Pembicaraan Damai dengan Azerbaijan, tapi Ada Syaratnya

Arif Budiwinarto
Perang Armenia-Azerbaijan di wilayah Nagorno-Karabakh telah berlangsung sepekan. Lebih dari 130 orang tewas termasuk tentara dan warga sipil. (foto: AFP)

Namun, Azerbaijan mengatakan bahwa Armenia yang melakukan upaya agresi baru dengan menempatkan pasukan di wilayah sengketa.

"Armenia siap untuk terlibat dengan Prancis, Rusia dan Amerika Serikat untuk membangun kembali rezin gencatan senjata," kata Kementerian Luar Negeri Armenia dikutip dari AFP, Sabtu (3/10/2020).

Armenia yang merupakan bagian dari aliansi militer dipimpin Rusia menuduh Azerbaijan menggunakan amunisi yang dilarang hukum internasional. Mereka juga meyakini tentara Baku mendapat bantuan kekuatan militer dari Turki.

"Militer Turki bertempur bersama Azerbaijan. Azerbaijan menggunakan persenjataan Turki seperti drone dan jet tempur," kata Kementerian Luar Negeri Armenia.

Pemimpin Rusia Vladimir Putin pada Jumat (2/10/2020) menyatakan keprihatinan serius atas kehadiran pejuang asing dalam konflik Armenia-Azerbaijan selama panggilan telepon dengan Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan.

Sementara Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov menyuarakan keprihatinan serupa dalam hubungan telepon dengan mitranya dari Iran, Mohammad Javad Zarif.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AS dan Iran Kembali Saling Serang, Gencatan Senjata di Ujung Tanduk

57 tahun lalu

Serangan Drone Picu Kebakaran di Sekitar PLTN Barakah UEA, Tak Ada Korban

57 tahun lalu

Israel-Lebanon Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata 45 Hari

57 tahun lalu

Breaking News: Trump Umumkan Gencatan Senjata Rusia-Ukraina 3 Hari

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal