Amerika Serikat mengatasnamakan komunitas internasional kemudian berinisiatif menggelar pertemuan dengan perwakilan Armenia dan Azerbaijan di Gedung Putih, Washington, Sabtu (24/10/2020) kemarin.
Pertemuan yang dilakukan secara terpisah antara Deputi Menlu Amerika Serikat, Stepehen Biegun dengan Menlu Armenia, Zohrab Mnatsakanyan dan Menlu Azerbaijan, Jeyhun Bayramov menghasilkan kesepakatan gencatan senjata ketiga.
Pertemuan itu ditindaklanjutin oleh Penasihat Keamanan Amerika Serikat, Robert O'Brien, yang menjalin kontak dengan Perdana Menteri Armenia, Nikol Pachinian dan Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev.
"Selamat pada merea semua yang sepakat mematuhi gencatan senjata hari ini. Banyak nyawa akan terselamatkan di kedua negara," demikian kicau O'Brien dalam Tweet-nya dikutip dari AFP, Senin (26/10/2020).
Selanjutnya pembicaraan kesepakatan damai
Dalam pernyataan terpisah, OSCE Minsk Group, yang dibentuk untuk menengahi konflik dan dipimpin oleh Prancis, Rusia dan Amerika Serikat mengatakan ketua bersama dan menteri luar negeri dua negara (Armenia-Azerbaijan) akan bertemu lagi di Jenewa, Swiss, pada 29 Oktober mendatang.
Pertemuan itu akan membahas penyelesaian damai dari konflik Nagorno-Karabakh sesuai dengan prinsip dasar yang diterima oleh para pemimpin Armenia dan Azerbaijan.
Konflik Nagorno-Karabakh telah berlangsung sejak tahun 1990-an, wilayah tersebut diakui secara internasional milik Azerbaijan akan tetapi dalam pemerintahannya dikuasai oleh separatis Armenia. Setidaknya lebih dari 30.000 orang jadi korban sepanjang konflik dua negara yang telah berlangsung hampir 30 tahun.