Kerajaan-kerajaan itu mengendalikan rute perdagangan penting di Jazirah Arab selama kurang lebih 900 tahun hingga 100 Masehi. Akan tetapi, sangat sedikit informasi yang diketahui tentang mereka. Lewat penggalian, tim arkeolog Prancis dan Saudi berharap dapat belajar lebih banyak tentang ritual ibadah, kehidupan sosial, dan ekonomi mereka.
Penggalian yang dilakukan sebelumnya masih terbatas pada area cagar alam utama.“Kami hanya ingin memiliki gambaran menyeluruh tentang kronologi situs, tata letak situs, budaya materialnya, ekonominya,” kata peneliti di Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis, Jerome Rohmer.
“Ini adalah proyek komprehensif di mana kami pada dasarnya mencoba menjawab semua pertanyaan ini,” ucapnya.
Pembangunan kawasan bersejarah al-Ula menjadi bagian dari upaya Arab Saudi melestarikan situs warisan pra-Islam untuk menarik wisatawan non-Muslim ke negeri padang pasir itu. Langkah tersebut juga bertujuan memperkuat identitas nasional Saudi di masa mendatang.