Asisten Wakil Sekretariat Kementerian Haji dan Umrah Hesham Abdulmonem Saeed menambahkan, apa pun yang dilakukan oleh Kerajaan bertujuan untuk melindungi semua jemaah, yakni dengan mengelola perkumpulan di Masjidil Haram maupun sekitarnya.
Pengalaman dalam melaksanakan umrah akan menjadi modal penting dalam penyelenggaraan haji. Oleh karena itu jemaah yang ingin melaksanakan umrah harus mendaftar terlebih dulu melalui aplikasi modern, lalu mereka akan ditempatkan pada waktu tertentu untuk mencegah kerumunan.
Aplikasi Eatmarna yang dikembangkan Otoritas Kecerdasan Buatan dan Data Saudi (SDAIA) juga bisa memverifikasi kondisi kesehatan jemaah.
“Ada kerja sama berkelanjutan antara Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Presidensi Umum Dua Masjid Suci, dan semua otoritas terkait untuk membantu jemaah dan pengunjung dalam melaksanakan haji dan umrah dengan mudah,” katanya.
Aplikasi Eatmarna memungkinkan pengguna untuk mengajukan izin, baik salat dan umrah di Masjidil Haram serta salat maupun kunjungan Raudhah di Masjid Nabawi.
Lebih dari 20 juta orang telah menggunakan aplikasi ini sejak umrah dimulai kembali pada Oktober 2020.