Arab Saudi Disebut Kepincut Beli Sistem Pertahanan Rudal Israel

Ahmad Islamy Jamil
Seorang tentara Israel berdiri di dekat sistem pertahanan rudal Iron Dome. (Foto: AP)

NEW YORK, iNews.idArab Saudi disebut-sebut telah menghubungi Israel untuk membahas kemungkinan pengadaan sistem pertahanan rudal di negara Muslim itu. Kabar itu terungkap lewat laporan majalah berita dan analisis khusus militer asal AS, Breaking Defense

Menurut media itu, sistem pertahanan Iron Dome yang diproduksi oleh perusahaan teknologi pertahanan Israel, Rafael, dan; Barak ER yang diproduksi oleh Israel Aerospace Industries (IAI), menjadi dua opsi yang dipertimbangkan untuk dibeli oleh Riyadh.

Beberapa sumber pertahanan Israel mengatakan, kesepakatan semacam itu bisa saja terwujud, selama kedua negara mendapat persetujuan dari Amerika Serikat. Sementara itu, satu sumber mengungkapkan bahwa ketertarikan Arab Saudi pada sistem pertahanan rudal Israel itu telah mencapai “fase yang sangat praktis”, yang berarti besar peluangnya untuk diloloskan Washington DC.

Sumber yang sama mengatakan, Riyadh telah mengadakan pembicaraan tingkat rendah dengan Tel-Aviv selama beberapa tahun ini tentang sistem tersebut. Pembicaraan antara kedua negara Timur Tengah itu tampaknya mulai makin serius sejak AS berencana menghapus aset pertahanan udaranya dari Arab Saudi.

Keputusan itu dibuat setelah Amerika secara diam-diam mengeluarkan sistem pertahanan udara Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dan rudal Patriot-nya dari Pangkalan Udara Pangeran Sultan, yang terletak di luar Riyadh. Kedua sistem rudal itu mulai dikerahkan AS di Saudi setelah kelompok Houthi menyerang fasilitas produksi minyak negara Arab itu pada 2019. 

Menurut Breaking Defense, Amerika Serikat tidak mungkin menghalangi kesepakatan antara Israel dan Arab Saudi. Di satu sisi, kesepakatan itu diperkirakan dapat mempercepat penjualan senjata dengan negara-negara Arab yang sudah menormalkan hubungan diplomatik dengan Israel. Namun, di sisi lain, Arab Saudi juga mempertahankan posisinya bahwa normalisasi penuh dengan Israel hanya akan terjadi setelah berakhirnya pendudukan zionis atas Palestina.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Nasional
48 menit lalu

Prabowo Diundang Rapat Perdana Dewan Perdamaian Gaza di AS, bakal Hadir?

Internasional
14 jam lalu

Terungkap, Masih Ada Bom AS di Fasilitas Nuklir Iran yang Belum Meledak

Internasional
2 hari lalu

Posting-an Video Barack Obama Bertubuh Monyet, Trump: Bukan Salah Saya!

Internasional
2 hari lalu

Skandal Jeffrey Epstein Guncang Israel, Ungkap Konflik Netanyahu dan Mantan PM Ehud Barak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal