Kerabat lainnya, Alia, mengatakan, Hathloul berada di rumah orangtua mereka. Dia juga mengunggah foto Hathloul tersenyum di taman.
Organisasi HAM dan keluarga menyebut Hathloul menjadi sasaran pelecehan, termasuk setrum, waterboarding, cambuk, serta perlakuan buruk lainnya. Namun otoritas Saudi membantah tuduhan tersebut. Pengadilan banding Saudi menolak klaim penyiksaan dengan alasan kurangnya bukti.
Sejauh ini Pemerintah Arab Saudi belum memberikan komentar mengenai pembebasan Hathloul.
Mengomentari pembebasan Hathloul, Amnesty International mendesak Saudi mengadili mereka yang bertanggung jawab atas tuduhan penyiksaan dan memastikan dia tidak menghadapi hukuman lebih lanjut, termasuk larangan bepergian.
Pembebasan Hathloul juga mendapat sambutan dari Amerika Serikat dan PBB. Gedung Putih menyatakan Presiden Joe Biden berharap Saudi membenahi catatan HAM, termasuk membebaskan tahanan politik lainnya.