Apa Tujuan Rusia Menaruh Jet Tempur di Biak Papua? Ini Analisis Lengkapnya

Cut Mutia Fahira
Apa tujuan Rusia menaruh jet tempur di Biak Papua? Para pakar memberikan penjelasan (Foto: Kemhan Rusia via AP)

Pulau Biak terletak hanya sekitar 1.400 km dari Darwin, Australia, dan sekitar 1.900 km dari pangkalan militer Amerika Serikat di Guam. Posisi ini sangat menguntungkan secara strategis bagi misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian militer.

Matthew Sussex, pakar militer Rusia dari Australian National University, menyatakan bahwa jika Rusia dapat mengakses pangkalan di Indonesia, mereka akan memiliki posisi yang sangat menguntungkan untuk mengamati latihan militer Australia, mengumpulkan informasi dari instalasi militer AS, bahkan menjalankan operasi jarak jauh di kawasan Pasifik.

Hubungan Rusia, China, dan Potensi Ancaman Regional

Sussex juga menyebut bahwa Rusia bisa saja membagi hasil intelijen militernya kepada China, mengingat eratnya hubungan kedua negara tersebut. Hal ini tentu meningkatkan kekhawatiran negara-negara seperti Australia dan Amerika Serikat, mengingat keberadaan Marinir AS di kawasan utara Australia.

Sebelumnya, pada akhir 2017, Rusia pernah menggunakan Biak sebagai pangkalan untuk latihan militer selama lima hari. Saat itu, pesawat pengebom Rusia melakukan misi pengumpulan intelijen, yang membuat jet tempur Australia harus mengubah jalur terbangnya demi alasan keamanan.

Apa Tujuan Rusia Menaruh Jet Tempur di Biak Papua?

Meski belum terbukti kebenarannya, wacana penempatan jet tempur Rusia di Biak Papua membuka mata dunia terhadap pentingnya kawasan ini dalam percaturan militer global. Tujuan strategis utama Rusia jika hal ini benar terjadi kemungkinan besar adalah untuk memperluas jangkauan militernya ke kawasan Indo-Pasifik, memantau aktivitas militer negara-negara Barat, dan memperkuat posisi geopolitik bersama mitra seperti China.

Isu ini juga menunjukkan bahwa Indonesia, dengan posisi geografisnya yang strategis, akan terus menjadi sorotan dalam dinamika politik dan keamanan global. Pemerintah Indonesia diharapkan tetap menjaga prinsip bebas aktif serta menjaga netralitas kawasan dari potensi konflik kekuatan besar dunia.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
3 hari lalu

PM Albanese Pulang ke Australia usai Teken Traktat Keamanan Bersama

Nasional
4 hari lalu

RI-Australia Teken Traktat Keamanan, Menlu Sugiono: Bukan Pakta Militer

Nasional
4 hari lalu

Teken Perjanjian Keamanan, PM Albanese Tawarkan Perwira TNI Tugas di Militer Australia

Internasional
3 hari lalu

Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal