Di Tengah Ancaman Demonstrasi
Kebijakan ini muncul di tengah situasi politik yang memanas. Kelompok oposisi Perikatan Nasional merencanakan unjuk rasa besar dengan estimasi dihadiri 10.000 hingga 15.000 orang. Mereka menuntut Anwar mundur dari jabatannya, dengan alasan kegagalan menekan biaya hidup dan merealisasikan janji reformasi.
Anwar mengakui bahwa biaya hidup masih menjadi isu utama rakyat Malaysia, meski berbagai kebijakan telah diumumkan.
"Saya mengakui adanya keluhan, dan menerima bahwa biaya hidup tetap menjadi tantangan yang harus diatasi," ujarnya.
Dia menjanjikan akan mengumumkan inisiatif tambahan pada Kamis (24/7/2025), khusus untuk membantu kelompok berpendapatan rendah.
Uang untuk Semua, tapi Diminta Tidak Semua Ambil
Menariknya, bantuan ini diberikan tanpa syarat pendapatan, artinya warga dari kalangan ekonomi tinggi juga berhak menerima. Namun Anwar mengimbau agar kelompok mampu tidak mengklaim bantuan, sehingga dana yang tersisa dapat disalurkan kembali ke warga miskin pada 2026.