Anggota Parlemen Uni Eropa Serukan Boikot Piala Dunia di Rusia

Anton Suhartono
Replika pertama tropi Piala Dunia yang dibuat di Italia (Foto: AFP)

"Meskipun kami setuju olahraga dapat membangun jembatan metafora, tapi selama Putin meledakkan salah satunya di Suriah, kami tidak dapat berpura-pura Piala Dunia ini sama seperti acara olahraga besar lainnya," demikian bunyi pernyataan itu, yang disampaikan dalam acara yang diselenggarakan anggota parlemen, Rebecca Harms.

"Selama Putin secara ilegal menduduki Krimea, memenjarakan tahanan politik Ukraina, dan mendukung perang di timur Ukraina, kami tidak bisa berpura-pura bahwa tuan rumah turnamen ini adalah tetangga kami yang ramah."

Bulan lalu Pemerintah Inggris memastikan pejabat setingkat menteri dan lebih serta keluarga kerajaan tidak akan hadir di Piala Dunia sebagai protes atas penyerangan terhadap Skripal. Inggris yakin Rusia di balik serangan tesebut. Pasalnya, zat kimia yang digunakan, Novichok, dikembangkan di era Soviet.

Islandia mengikuti langkah Inggris. Meskipun bukan anggota Uni Eropa, Islandia menunjukkan solidaritasnya terkait upaya pembunuhan Skripal.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Zelensky Kirim Surat ke Putin, Ajak Bertemu 4 Mata Bahas Perang

57 tahun lalu

AHY Pimpin Konsultasi Bilateral, RI-Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Sektor Maritim

57 tahun lalu

Kecam Israel, Rusia: Lebanon Akan Mengalami Nasib yang Sama seperti Gaza

57 tahun lalu

AHY Temui Diaspora di Rusia, Ajak Kolaborasi Dukung Program Pembangunan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal