“Jika Pakistan berulah lagi, rudal BrahMos akan berbicara,” kata Modi.
Ancaman ini muncul di tengah ketegangan tinggi antara kedua negara menyusul Operasi Bunyanum Marsoos yang diluncurkan Pakistan sebagai balasan.
Pakistan mengklaim sukses menembak jatuh enam jet tempur India, termasuk empat unit Rafale buatan Prancis, serta menghancurkan beberapa instalasi militer India. Namun, narasi kemenangan juga diklaim oleh pihak India lewat keberhasilan Operasi Sindoor.
BrahMos: Rudal Supersonik Kebanggaan India
Rudal BrahMos merupakan rudal jelajah supersonik yang mampu diluncurkan dari berbagai platform: darat, laut, udara, bahkan kapal selam. BrahMos merupakan hasil kerja sama antara India dan Rusia, melalui kemitraan antara Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan (DRDO) India dan NPO Mashinostroyeniya Rusia.
Produksi BrahMos akan semakin ditingkatkan dengan pembangunan fasilitas baru di Lucknow, yang akan menjadi pusat penting bagi pengembangan kekuatan rudal India ke depan.
Modi tidak hanya menyoroti kemampuan teknis rudal BrahMos, tetapi juga efek psikologisnya yang dianggap mampu menahan agresi musuh bahkan sebelum perang dimulai. Menurutnya, keberadaan rudal ini memberi sinyal kuat bahwa India tidak hanya siap bertahan, tetapi juga mampu menyerang balik secara presisi dan mematikan.
Rudal jelajah supersonik BrahMos bisa diluncurkan dari kapal selam, kapal perang permukaan, pesawat, atau platform darat. Senjata ini diproduksi oleh usaha patungan Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan (DRDO) India dan NPO Mashinostroyeniya Rusia.