"Rakyat Palestina telah mengalami penderitaan yang mengerikan. Sekarang, di Gaza, karena kegagalan (masuknya) bantuan yang luar biasa, kita melihat bayi-bayi kelaparan, anak-anak yang terlalu lemah untuk berdiri, gambaran yang akan terus kita ingat seumur hidup. Penderitaan ini harus diakhiri," kata Starmer, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (30/7/2025).
Pemerintah Inggris, lanjut Starmer, pada September mendatang akan menilai seberapa jauh Israel telah melalukan langkah-langkah yang diminta.
Starmer mengumunkan keputusan tersebut setelah memanggil para kabinetnya selama liburan musim panas untuk membahas rencana perdamaian baru yang sedang digodok bersama para pemimpin Eropa serta bagaimana cara menyalurkan lebih banyak bantuan kemanusiaan bagi 2,2 juta penduduk Gaza.
Pemerintah Inggris beberapa kali menyatakan akan mengakui negara Palestina pada saat yang tepar, tidak pernah menetapkan waktu pastinya.
Semakin banyak anggota parlemen dari Partai Buruh yang dipimpin Starmer memintanya untuk mengakui negara Palestina guna meningkatkan tekanan terhadap Israel.