Amerika Serikat Mulai Terbebani Biayai Perang Ukraina, Sebut Anggaran Segera Habis

Muhammad Fida Ul Haq
Amerika Serikat mulai terbebani anggaran perang Ukraina. (Foto: Reuters)

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin telah menegaskan tak akan berdamai dengan Ukraina. Rusia akan terus menggempur Ukraina sampai akhir 2024.

"Perkiraan saya adalah Putin tak akan mewujudkan perdamaian atau perdamaian berarti sebelum dia mengetahui hasil pilpres kita," kata pejabat senior Departemen Luar Negeri AS, Rabu (29/11/2023).

Dia menambahkan, perkiraan itu bukan pandangan pribadi, namun sudah menjadi pemahaman luas di kalangan pejabat AS, bahkan negara-negara anggota NATO.

"Ini merupakan konteks di mana semua sekutu mengungkapkan dukungan kuat untuk Ukraina," ujarnya, merujuk pada pertemuan NATO di Brussel, Belgia, pada Selasa kemarin.

Pilpres AS 2024 diperkirakan akan menjadi pengulangan pada 2000 yang mempertemukan Joe Biden dan Donald Trump. Konvensi Partai Republik diperkirakan akan meloloskan Trump untuk maju dalam pilpres karena dia menjadi calon terkuat dibandingkan politisi lainnya.

Trump merupakan sosok yang vokal mengkritisi dukungan AS untuk Ukraina. Dia kerap mengatakan, negara-negara sekutu di Eropa seharusnya berkontribusi lebih besar daripada AS dalam membantu Ukraina karena kedekatan geografis.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
6 jam lalu

AS-Arab Saudi Teken Perjanjian Nuklir, Ini yang Ditakutkan Israel

12 jam lalu

Terungkap! AS Beri Syarat Saudi Berdamai dengan Israel untuk Lanjutkan Perjanjian Nuklir

13 jam lalu

Trump Murka Houthi Serang 2 Kapal Tanker Saudi, Ancam Gempur Iran Habis-habisan

14 jam lalu

Blak-blakan, Walkot New York Mamdani Sebut AS Bertanggung Jawab atas Genosida Gaza

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal