Washburn menjelaskan, sistem itu terintegrasi dengan basis data dan sistem operasional Muhammadiyah yang sudah ada. Dia akan dikembangkan menjadi sistem yang lebih maju sehingga 80 rumah sakit RSMA akan dapat mengakses riwayat kesehatan pasien berdasarkan identifikasi khusus atau unique ID masing-masing pasien.
Sistem terpadu itu memungkinkan rumah sakit merespons lebih cepat dan mengambil keputusan yang tepat berdasarkan data dalam menangani kasus Covid-19 serta masih banyak lagi. Lebih lanjut, sistem tersebut dapat berkontribusi terhadap kebutuhan sistem manajemen data yang lebih baik untuk aspek lain dari respons Indonesia terhadap Covid-19, termasuk vaksinasi.
Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Muhammadiyah, Agus Samsudin mengatakan, kemitraan Muhammadiyah dengan USAID memberikan kontribusi signifikan bagi upaya Indonesia dalam melawan Covid-19.
“Muhammadiyah akan terus memanfaatkan perangkat yang telah kita kembangkan bersama untuk meningkatkan respons Covid-19 di jaringan rumah sakit kami, dan juga dapat diterapkan di rumah sakit lain di Indonesia,” ujar dia.
Pemerintah AS melalui USAID telah memberikan komitmen sekitar 11 juta dolar AS (sekitar Rp187 miliar) sebagai bagian dari respons kemanusiaan dan kesehatan global terhadap Covid-19.