Artinya, keterlibatan sekecil apa pun dari perusahaan China bisa membuat kendaraan dilarang beroperasi di AS.
Dia juga mendorong negara lain seperti Meksiko, Kanada, hingga kawasan Eropa untuk mengikuti langkah serupa. Upaya ini dinilai sebagai strategi memperluas tekanan terhadap industri otomotif China di pasar global.
Industri AS Dukung, China Menolak
Sejumlah produsen mobil dan kelompok industri di Amerika Serikat mendukung usulan tersebut. Mereka menilai pembatasan ketat diperlukan untuk melindungi keamanan nasional sekaligus menjaga lapangan kerja domestik.
Di sisi lain, kebijakan ini juga dinilai efektif menghambat masuknya kendaraan listrik murah dari China. Saat ini, merek seperti BYD dan Xiaomi belum masuk pasar AS, meski mulai mendominasi di Eropa.
Pemerintah China menolak keras langkah tersebut. Mereka menilai kebijakan itu sebagai bentuk proteksionisme dan menciptakan persaingan tidak sehat dalam perdagangan global.
Di tengah polemik tersebut, muncul perbedaan pandangan dari kubu politik lain. Presiden AS Donald Trump justru sempat membuka peluang bagi produsen mobil China untuk masuk, asalkan membangun pabrik di AS dan mempekerjakan tenaga kerja lokal.
Perbedaan sikap ini menambah kompleksitas arah kebijakan industri otomotif Amerika ke depan. Di satu sisi ada kekhawatiran keamanan, di sisi lain ada kebutuhan menjaga iklim investasi dan persaingan pasar.
Ketegangan yang terus meningkat, usulan Moreno berpotensi memperkeruh hubungan dagang antara AS dan China, sekaligus memicu babak baru dalam perang industri kendaraan listrik global.