Dalam laporan terbaru, Pentagon mengonfirmasi 21 serangan kinetik dilancarkan di Karibia dan Pasifik Timur sejak September, menewaskan 82 orang.
Juru Bicara Pentagon Kingsley Wilson menyebut operasi ini sebagai langkah untuk menghentikan aliran narkoba ke wilayah AS.
“Hingga saat ini, telah terjadi total 21 serangan kinetik terhadap kapal-kapal pengangkut narkoba di belahan bumi kita, dengan 82 teroris narkotika tewas,” ujarnya.
Ketegangan AS-Venezuela Berpotensi Meningkat
Dimulainya kembali serangan ini diprediksi bisa memperburuk hubungan antara Washington dan Karakas. Pemerintah Venezuela sebelumnya menyebut tindakan AS sebagai agresi militer terselubung dan upaya campur tangan terhadap stabilitas regional.
Dengan operasi terbaru ini, AS tampak bertekad memperluas tekanan terhadap jaringan narkotika di Karibia, namun di saat yang sama menghadapi risiko kritik global yang semakin besar.