Seorang kolumnis surat kabar Inggris The Times, Edward Lucas, mengatakan, pembekuan akun Brady kemungkinan disebabkan cuitannya. Setelah itu orang-orang Partai Komunis China yang tidak suka mengadu ke Twitter.
Lucas juga turut berperan meramaikan pembekuan akun Brady hingga mendapat respons dan dukungan luas dari netizen.
"Setelah saya membuat kehebohan di Twitter dan melayangkan beberapa laporan, akunnya dikembalikan," kata Lucas, dikutip dari Associated Press, Selasa (6/7/2021).
Sementara itu Brady mengatakan akunnya dikembalikan pada Senin.
"Membuka laptop kerja pagi ini saya disambut pesan di layar 'Selamat datang kembali' dari @Twitter, seolah-olah saya yang meninggalkannya," katanya, dalam cuitan.
Dia pun menyindir Twitter, Facebook, LinkedIn, Zoom, serta platform media sosial besar lain tampaknya mulai terbiasa membungkam kritik terhadap Partai Komunis.