Selain itu mereka menghabiskan 2 hari di kapal penjara tanpa air dan menggunakan kardus serta plastik untuk menghangatkan diri di malam hari, karena tidak diberi selimut. Selain itu sebagian besar pakaian mereka dilucuti.
Pemerintah negara-negara Barat mengungkapkan kemarahan mereka setelah Menteri Keamanan Israel Itamar Ben Gvir mengunggah video dirinya mengejek para aktivis GSF yang ditahan di penjara.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Italia Antonio Tajani mengatakan telah menghubungi seluruh mitranya di Uni Eropa untuk membuat keputusan cepat menjatuhkan sanksi kepada Ben Gvir.
Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Jerman mengatakan para pejabat konsuler yang bertemu dengan para aktivis Jerman di Istanbul, Turki, sejumlah aktivis mengalami luka-luka dan sedang menjalani pemeriksaan medis.
"Kami tentu mengharapkan penjelasan lengkap, karena beberapa tuduhan yang telah diajukan cukup serius," katanya.
Sabrina Charik, yang membantu mengorganisasi kepulangan 37 warga Prancis, mengatakan lima aktivis Prancis dirawat di rumah sakit Turki, beberapa mengalami patah tulang rusuk atau tulang belakang retak. Beberapa di antaranya membuat pernyataan rinci tentang kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan.