Aksi Penembakan Kembali Guncang Prancis, Kali Ini Dilakukan Anggota Gangster

Arif Budiwinarto
Tangkapan layar aksi saling tembak anggota gangster di kota Montpellier, Prancis, Minggu (1/11/2020). (foto: Russia Today)

"Montpellier perlahan menjadi salah satu kota paling banyak kejahatan di Prancis," demikian kicau Wali Kota Montpellier dikutip dari Russia Today, Selasa (2/11/2020).

Aksi kekerasan di Prancis meningkat

Insiden tersebut hanya berselang sehari setelah seorang pendeta Ortodoks Yunani jadi korban penembakan jarak dekat di Gereja Ortodoks di kota Lyon, Sabtu (31/10/2020).

Aksi kejahatan dan kekerasan di Prancis meningkat dalam sebulan terakhir bersamaan dengan ramainya kecaman terhadap penerbitan kartun Nabi Muhammad oleh majalah satir Charlie Hebdo.

Seorang guru sejarah bernama Samuel Paty tewas dengan kondisi mengenaskan leher tergorok usai membahas kartun Nabi Muhammad dalam kelas kebebasan berekspresi pada pertengahan Oktober kemarin.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!

57 tahun lalu

Breaking News: Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran

57 tahun lalu

Brutal! Kelompok Bersenjata Serbu Ladang di Nigeria, Tembak Mati 17 Petani

57 tahun lalu

Komnas HAM: Korban Penembakan di Kembru Papua Tengah Bertambah Jadi 12 Orang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal