Afghanistan Krisis, Pemerintahan Taliban Bayar Upah Pekerja dengan Gandum

Anton Suhartono
Pemerintahan Taliban membayar gaji pekerja honorer Afghanistan dengan gandum (Foto: Reuters)

KABUL, iNews.id - Afghanistan menghadapi krisis ekonomi yang pelik setelah negara asing menghentikan bantuan serta membekukan aset pemerintah negara itu setelah Taliban merebut kekuasaan pada Agustus lalu. Pemerintahan Taliban pun cari cara untuk tetap bisa menghidupi warganya dalam kesulitan ini.

Salah satu yang dilakukan adalah membayar gaji pekerja pemerintah dengan gandum, bukan pakai mata uang lokal afgani.

Seorang pekerja honorer di Kabul, Khan Ali (43), mengatakan cara ini cukup bagus untuk tetap bisa memberi makan keluarganya. Dia harus berjuang menghidupi keluarga terdiri dari enam orang sejak kehilangan bisnisnya sebagai pedagang di pasar.

"Untuk saat ini ini bagus, setidaknya kami tidak mati kelaparan," kata Ali, dikutip dari Reuters, Rabu (27/10/2021).

Dia menambahkan gandum yang dibayarkan sebagai gaji memang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan, namun ini jauh lebih baik.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Chatib Basri Sebut Ekonomi RI 2026 Tak Sama dengan Era Krisis 98, Ini Penjelasannya

57 tahun lalu

Dasco Ungkap Hasil Pertemuan dengan Dirut Himbara: Situasi Perbankan saat Ini Sangat Bagus

57 tahun lalu

Neraca Dagang RI Surplus 5,64 Miliar Dolar AS di April 2026, Rekor 72 Bulan Beruntun

57 tahun lalu

Pelindo Catat Pertumbuhan Arus Peti Kemas Internasional Tembus 11%, Sinyal Positif Ekonomi RI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal