Seolah melawan, Korut bahkan mengabadikan status nuklir mereka dalam Undang-Undang Dasar pada 2023.
Negara tersebut juga menegaskan diri sebagai kekuatan nuklir yang tidak bisa diubah setelah pertemuan Kim Jong Un dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 2019 gagal mencapai kesepakatan denuklirisasi.
Sementara itu kunjungan Xi merupakan momen penting bagi Korut untuk melegitimasi program-programnya.
China merupakan sumber dukungan ekonomi maupun politik yang vital bagi Korut, di saat negara itu mengalami isolasi secara global serta menghadapi sanksi internasional yang berat.
Kunjungan Xi akan menjadi yang pertama dalam 7 tahun. Xi berkunjung ke Pyongyang setelah di menerima kunjungan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Beijing bulan lalu.