Salah satu pelamar, Hristos Georgiev (18), bernegosiasi dengan orang tua Donka Dimitrova—yang juga seusia dengannya. Tawar-menawar antara pria itu dengan ayah perempuan itu pun akhirnya mengerucut antara 7.500 hingga 11.300 dolar AS (antara Rp120 juta–180 juta), menurut laporan NYT. “Jumlah tersebut lebih dari satu tahun gaji rata-rata orang Bulgaria,” ungkap media AS itu.
Georgiev mengatakan, dia telah menabung uangnya saat bekerja di Siprus. Menurut pemuada itu, jika seorang gadis itu benar-benar cantik, harganya bisa naik hingga 13.000 dolar AS (lebih dari Rp207 juta). “Jika kecantikannya memang luar biasa, bahkan mungkin berharga 21.000 dolar AS (Rp335 juta),” menurut NYT.
Donka Dimitrova, yang memperoleh pendidikan lebih tinggi dibandingkan kebanyakan anak perempuan di klan tersebut, percaya bahwa memilih calon suami seharusnya tidak dinilai berdasarkan uang yang dimilikinya.
“Tidak boleh melihat pada uangnya tetapi pada orangnya, cara dia berbicara, berpikir, merasakan, dan yang lainnya,” kata gadis itu.
Sepupu Dimitrova menambahkan, uang bukanlah jaminan bahwa pernikahan akan bertahan selamanya. “Mereka masih bisa menemukan pernikahan lain yang lebih baik 10 hari kemudian,” tuturnya.