800 Serangan dalam 45 Hari di Suriah, 66 Warga Sipil Tewas termasuk Wanita dan Anak

Umaya Khusniah
Anak-anak menajdi korban serangan di Suriah. (Foto: Reuters)

“Setidaknya 4.500 warga sipil mengungsi akibat serangan hebat oleh rezim Assad dan para pendukungnya. Jika serangan berlanjut, 250.000 lebih warga sipil mungkin terpaksa mengungsi,” katanya. 

Idlib berada dalam zona de-eskalasi yang dibuat berdasarkan perjanjian antara Turki dan Rusia pada Maret 2020. Namun, rezim Suriah secara konsisten melanggar ketentuan gencatan senjata, sering meluncurkan serangan di dalam zona de-eskalasi.

Suriah telah terperosok dalam perang saudara yang kejam sejak awal 2011. Saat itu, rezim Bashar al-Assad menindak protes pro-demokrasi dengan keganasan yang tak terduga.

Selama dekade terakhir, sekitar setengah juta orang telah terbunuh. Sementara lebih dari 12 juta orang harus meninggalkan rumah mereka.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Breaking News: Israel dan Hizbullah Sepakati Gencatan Senjata

57 tahun lalu

Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia

57 tahun lalu

AS dan Iran Kembali Saling Serang, Gencatan Senjata di Ujung Tanduk

57 tahun lalu

Serangan Drone Picu Kebakaran di Sekitar PLTN Barakah UEA, Tak Ada Korban

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal