Sementara itu Xi Jinping mengatakan, China dan AS seharusnya menjadi mitra, bukan bersaing.
"(Kedua negara) Sama-sama akan mendapat keuntungan dari kerja sama, sebaliknya tak mendapat keuntungan dari konfrontasi," kata Xi.
Xi yakin betul China dan AS memiliki lebih banyak kepentingan bersama daripada perbedaan. Keberhasilan satu negara merupakan peluang bagi negara lain dan hubungan bilateral yang stabil akan menguntungkan bagi dunia.
Dia menantikan diskusi lebih lanjut pada isu-isu penting bagi kedua negara dan komunitas internasional lebih luas. Xi juga siap meningkatkan kerja sama dengan Trump untuk menentukan arah hubungan kedua negara dengan tujuan menjadikan 2026 sebagai tahun bersejarah yang membuka babak baru dalam hubungan bilateral.
Hubungan ekonomi kedua negara, kata dia, harus dan bersifat saling menguntungkan.