Pasukan Pertahanan Israel yang baru dibentuk memukul mundur pasukan negara-negara Arab dari sebagian wilayah yang diduduki, sehingga memperluas perbatasannya melampaui partisi yang ditentukan UNSCOP.
Pada Desember 1948, Israel menguasai sebagian besar wilayah Mandat Palestina di sebelah barat Sungai Yordan. Sisa Mandat terdiri atas Yordania, wilayah yang kemudian disebut Tepi Barat (dikuasai oleh Yordania), dan Jalur Gaza (dikuasai oleh Mesir).
Pada 5 Juni 1967, Israel melancarkan serangkaian serangan udara awal terhadap pangkalan udara Mesir dan fasilitas lain. Bersamaan dengan itu, militer Israel melancarkan serangan darat ke Semenanjung Sinai dan Jalur Gaza yang diduduki Mesir.
Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser memerintahkan evakuasi Semenanjung Sinai. Pada hari keenam konflik, Israel menduduki seluruh Semenanjung Sinai.
Perang Enam Hari mengakibatkan lebih dari 15.000 korban jiwa dari pihak Arab, sementara Israel menderita kehilangan kurang dari 1.000 tentara.