Setelah meyakinkan bahwa Indonesia tidak lagi terlibat dengan Kedutaan Belanda, Mesir mengakui kemerdekaan Indonesia secara de facto.
Pada tanggal 13 hingga 16 Maret 1947, Konsul Jenderal Mesir, Muhammad Abdul Mun'im, mengunjungi Yogyakarta dan menyampaikan pesan dari Liga Arab yang mendukung kemerdekaan Indonesia.
Kemudian, pada tanggal 10 Juni 1947, Indonesia dan Mesir menandatangani perjanjian persahabatan.
Delegasi Indonesia yang hadir dalam penandatanganan tersebut terdiri dari Haji Agus Salim, AR Baswedan, Nazir Pamoentjak, dan Rasjidi, sementara perwakilan Mesir adalah Mahmud Fahmi Nokrashi.
Selain Mesir, India juga merupakan negara yang memberikan pengakuan resmi terhadap kemerdekaan Indonesia. Pengakuan ini disampaikan oleh Perdana Menteri India, Jawaharlal Nehru, pada tanggal 2 September 1946.