“Orang-orang yang namanya tercantum di bawah ini ditangkap, khususnya, karena pengkhianatan terhadap lembaga kekuasaan negara, penggelapan dana negara secara besar-besaran, penggelapan keuangan internasional dalam kelompok kriminal, pemalsuan tanda tangan presiden, korupsi aktif, dan perdagangan narkoba,” kata militer di saluran TV Gabon24, Rabu (30/8/2023).
Nama-nama yang tercantum itu di antaranya adalah putra presiden, kepala stafnya, penasihat presiden, dan salah satu wakil presiden.
Inggris, Prancis dan Amerika Serikat sudah memberikan komentarnya terkait kudeta di Gabon. Negara Afrika Tengah itu dinilai dipimpin oleh junta militer dengan cara yang tidak Inkonstitusional.
Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan perlu dialog agar tidak mengorbankan rakyat sipil. Dia meminta organisasi HAM internasional dilibatkan dalam situasi mencekam di Gabon.
Pasca kudeta, tantangan besar yang dihadapi Gabon yakni memulihkan stabilitas politik dan sosial. Uni Afrika akan memantau perkembangan di negara ini dan berharap untuk melihat proses pemulihan yang inklusif dan demokratis.