YERUSALEM, iNews.id - Publik Israel tak akan melupakan peristiwa berdarah tepat 49 tahun lalu. Pada 30 Mei 1972, tiga warga Jepang secara brutal menembaki pengunjung Bandara Lod Israel (sekarang Ben Gurion), menewaskan 26 orang dan melukai 80 lainnya. Sebagian besar korban berasal dari Puerto Riko.
Ketiga orang yang berasal dari Tentara Merah Jepang itu beraksi bekerja sama dengan Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP), seperti dilaporkan kembali Jerusalem Post.
Aksi mereka tergolong dingin, mengenakan pakaian perlente turun dari pesawat di Bandara Lod lalu mengambil senapan mesin dan granat dari bagasi dan melepaskan tembakan secara membabi buta ke seluruh penjuru bandara.
Dua pelaku tewas dalam insiden itu sementara seorang lainnya, Kozo Okamoto, ditahan.
Okamoto mengaku bersalah demi menghindari hukuman mati sehingga diganti menjadi penjara seumur hidup.