49 Tahun Silam, 3 Pria Jepang Tembak Mati 26 Orang di Bandara Israel demi Bela Palestina

Anton Suhartono
Bandara Ben Gurion dekat Tel Aviv, 49 tahun silam menjadi saksi penembakan brutal 3 warga Jepang yang menewaskan 26 orang (Foto: Reuters)

Namun 13 tahun kemudian, dia dibebaskan melalui pertukaran tahanan dengan pejuang Palestina dalam kesepakatan yang dikenal dengan Perjanjian Jibril. 

Dia kemudian pindah ke Lebanon dan diberi status pengungsi karena berpartisipasi dalam operasi melawan Israel. 

Okamoto yang kini berusia 73 tahun dilaporkan masih tinggal di Lebanon, meski dia tetap dicari pemerintah Jepang.

Dalam wawancara dengan surat kabar Jepang Mainichi Shimbun pada 2017, Okamoto mengaku bersimpati kepada para korban penembakan, namun menegaskan aksinya bukan terorisme. Apa yang dilakukannya itu merupakan perjuangan bersenjata bersama-sama membela Palestina bersama dengan PFLP. 

Dalam wawancara yang sama, pemimpin cabang PFLP Lebanon, Marwan Abdelal, menyebut Okamoto sebagai 'samurai terakhir'.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pemukim Israel Terus Berulah Serang Warga Palestina di Tepi Barat, Rusak Sumber Air

57 tahun lalu

Kalahkan Australia di Piala Dunia, Pelatih Mesir: Ini untuk Rakyat Palestina!

57 tahun lalu

Iran Peringatkan AS-Israel Tak Menyerang Prosesi Pemakaman Khamenei: Akan Kami Balas!

57 tahun lalu

Terungkap, AS Sempat Desak Israel Tak Bunuh Menlu dan Ketua Parlemen Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal