Kementerian itu menganggap referendum yang diselenggarakan oleh Rusia adalah tipuan belaka. “Ukraina dan komunitas internasional mengutuk tindakan Rusia seperti itu dan menganggapnya tidak berguna dan tidak berharga,” bunyi pernyataan itu.
Menurut Kemlu Ukraina, Kiev memiliki hak untuk memulihkan keutuhan wilayah negaranya dengan cara militer maupun diplomatik. Ukraina akan terus membebaskan wilayah yang diduduki sementara oleh Rusia.
“Ukraina tidak akan pernah menyetujui ultimatum Rusia. Upaya Moskow untuk membuat garis pemisah baru atau melemahkan dukungan internasional untuk Ukraina akan gagal,” kata pernyataan itu lagi.
Empat wilayah Ukraina mengadakan referendum untuk bergabung dengan Rusia sejak Jumat (23/9/2022) hingga Selasa (27/9/2022) kemarin. Adapun keempat wilayah itu adalah Provinsi Luhansk, Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia.
Referendum yang diinisiasi oleh Moskow itu menuai kecaman dari negara-negara Barat. Bahkan, beberapa sekutu dekat Rusia seperti Kazakhstan dan Turki juga menolak mengakui hasil pepera (penentuan pendapat rakyat) itu.