NEW YORK, iNews.id - Sebanyak 39 negara di PBB meneken deklarasi yang mendesak China untuk menghormati hak asasi manusia (HAM) terhadap kelompok minoritas, di antaranya muslim Uighur di Xinjiang.
Di samping itu mereka juga mengungkapkan keprihatinan tentang situasi di Hong Kong.
"Kami menyerukan kepada China untuk menghormati HAM, terutama hak orang-orang dalam beragama serta etnis minoritas, terutama di Xinjiang dan Tibet," kata Duta Besar Jerman untuk PBB Christoph Heusgen, selaku pemimpin inisiatif dalam pertemuan PBB tentang HAM, seperti dikutip dari AFP, Rabu (7/10/2020).
Negara yang ikut meneken deklarasi tersebut adalah Amerika Serikat (AS), negara anggota Uni Eropa termasuk Albania dan Bosnia, Kanada, Haiti, Honduras, Jepang, Australia, dan Selandia Baru.
"Kami sangat prihatin tentang situasi HAM di Xinjiang dan perkembangan terkini di Hong Kong. Kami menyerukan kepada China untuk mengizinkan akses langsung, bermakna, dan tanpa batas ke Xinjiang bagi pengamat independen termasuk Komisaris Tinggi PBB untuk HAM," demikian isi deklarasi.