Reuters melansir, lapisan kabut tebal mulai beredar di New Delhi sejak Minggu (12/11/2023) malam, menyebabkan AQI-nya mencapai angka 680 yang sangat mengkhawatirkan selepas tengah malam.
Setiap tahun, pihak berwenang memberlakukan larangan membakar petasan di ibu kota. Namun, larangan tersebut jarang sekali dipatuhi warga. Penegak hukum di sana pun hampir tidak pernah menegakkan aturan itu.
Kualitas udara di India memburuk setiap tahun menjelang musim dingin. Hal itu antara lain disebabkan oleh udara dingin memerangkap polutan dari kendaraan, industri, debu konstruksi, dan pembakaran limbah pertanian.
Pihak berwenang New Delhi menunda keputusan sebelumnya untuk membatasi penggunaan kendaraan, setelah hujan sempat mengguyur kota itu pada Jumat. Namun, pemerintah daerah setempat berencana meninjau kembali keputusan tersebut pascaperayaan Diwali.