26 Mayat Warga Sipil Korban Pembantaian Batalion Azov Ukraina Ditemukan di Mariupol

Ahmad Islamy Jamil
Batalion Azov Ukraina menggelar latihan militer di dekat Mariupol pada 2015 lalu. (Foto: Reuters)

Batalion Azov pada mulanya hanya kumpulan para milisi anti-Rusia. Namun, kelompok ini resmi bergabung dengan Garda Nasional Ukraina (Tentara Nasional Ukraina) pada 2014.

Meski mengusung ideologi berbahaya, unit militer ini seakan-akan luput dari perhatian Barat. Amerika Serikat bahkan terkesan bungkam saja atas kekejaman mereka.

Rusia melancarkan operasi militer khusus di Ukraina sejak 24 Februari. Operasi itu sebagai tanggapan atas permintaan Republik Rakyat Donetsk (DPR) dan Republik Rakyat Luhansk (LPR) kepada Moskow, agar memberikan mereka perlindungan terhadap serangan intensif oleh pasukan Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Nasional
32 menit lalu

Prabowo Konsultasi ke Putin soal Geopolitik Dunia, Puji Peran Penting Rusia

Buletin
5 jam lalu

Perkuat Kerja Sama Strategis, Presiden Prabowo Tiba di Moskow Temui Vladimir Putin

Nasional
8 jam lalu

Prabowo Tiba di Moskow, Siap Bertemu Empat Mata dengan Putin

Nasional
13 jam lalu

Temui Putin, Prabowo Bawa Misi Amankan Ketersediaan Minyak di Tengah Gejolak Global

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal