FUNDEJ adalah organisasi yang fokus kegiatannya adalah mencari orang hilang di Meksiko. Organisasi itu juga memantau penggalian dilakukan oleh pihak berwenang di Guadalajara.
Para penyelidik menemukan bukti bahwa mayat-mayat yang ditemukan di kuburan massal itu terkait dengan kasus orang hilang.
Pada 2 Juli, para penyelidik yang bekerja di kuburan lain di kota terdekat Guadalajara, Tlaquepaque, menemukan 86 tas berisi jenazah manusia.
Sepuluh hari yang lalu, pihak berwenang melanjutkan pekerjaan di situs pemakaman lain di pinggir kota Tlajomulco, di mana Januari lalu mereka menemukan 500 tas berisi potongan tubuh dari sekitar 48 orang. Penggalian tersebut sempat ditangguhkan pada Maret lalu karena pandemi virus corona (Covid-19).
Penemuan sejumlah besar mayat di negara bagian itu menyusul perang yang terjadi di antara geng mafia narkotika yang dikenal sebagai kartel Generasi Baru Jalisco dan kelompok-kelompok saingannya. Di samping itu, beberapa mayat yang ditemukan di Jalisco juga disebabkan oleh perselisihan internal di dalam geng kriminal itu sendiri.
Pada Senin lalu, Pemerintah Meksiko menyatakan, ada 73.201 orang hilang di negara itu. Sebagian besar dari mereka telah lenyap sejak negara itu melancarkan serangan besar-besaran terhadap kartel narkoba pada 2006.
Sejak itu, 6.625 mayat telah ditemukan di lubang kuburan tersembunyi.