180 Demonstran Tewas Ditembak, PBB Minta Warga Myanmar Serahkan Bukti Pelanggaran Militer 

Anton Suhartono
Penyelidik PBB di Myanmar meminta warga menyerahkan bukti dugaan pelanggaran yang dilakukan militer terkait demonstrasi anti-kudeta (Foto: Reuters)

Mereka yang memiliki informasi tersebut diminta harus menghubungi penyelidik PBB melalui media komunikasi yang aman, seperti aplikasi Signal atau akun ProtonMail.

Kantor HAM PBB sebelumnya mengecam penggunaan peluru tajam oleh aparat keamanan Myanmar terhadap demonstran.

"Kami menyerukan kepada militer untuk berhenti membunuh dan menahan demonstran," bunyi pernyataan.

Penyelidik PBB mengumpulkan bukti penggunaan kekuatan mematikan, penangkapan secara tidak sah, penyiksaan, serta penahanan terhadap orang tanpa memberi tahu anggota keluarga, sebuah praktik yang dikenal sebagai penghilangan paksa.

Mekanisme Penyelidikan Independen untuk Myanmar telah dibentuk oleh Dewan HAM PBB sejak September 2018 dan berbasis di Jenewa, Swiss. Tujuannya mengonsolidasikan bukti kejahatan serius dan pelanggaran hukum internasional sejak 2011.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
3 jam lalu

Prabowo Bangga Rumah Pendidikan Raih Juara PBB: Digitalisasi Kita Diakui Dunia

1 hari lalu

2 WNI Disandera di Myanmar, Pelaku Minta Tebusan Rp200 Juta

2 hari lalu

Viral 2 WNI Diduga Disekap hingga Diperas Rp220 Juta di Myanmar, Polri Turun Tangan

4 hari lalu

500 Lebih Pengungsi Rohingya Dikhawatirkan Tewas akibat Kapal Tenggelam

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal