150.000 Pasukan Rusia Masuki Ukraina, Tentara Bayaran dari Suriah Menyusul

Anton Suhartono
Pejabat Pentagon menyebut Presiden Vladimir Putin telah mengirim 150.000 pasukan ke Ukraina (Foto: Reuters)

Pejabat itu menambahkan, sejauh ini tampaknya tak ada rencana dari Rusia untuk menambah kekuatan dari dalam negeri. Sebagai gantinya, Rusia merekrut para pejuang dari luar negeri, termasuk asal Suriah.

Sementara itu Ukraina terus memberikan perlawanan terhadap pasukan Rusia. Menggunakan senjata bantuan dari NATO, tentara Ukraina menghambat laju atau pergerakan pasukan Rusia yang berusaha merebut kota-kota penting serta infrastruktur strategis.

Persenjataan yang dimaksud adalah granat penghancur tank, rudal anti-tank, serta persenjataan lainnya. Perlawanan itu mampu menghambat pergerakan pasukan utama Rusia menuju Kiev, terutama dari utara.

Hingga hari ke-12 pertempuran, Senin (7/3/2022), masih relatif sedikit daerah penting yang direbut Rusia. Bahkan pasukan Ukraina mengklaim berhasil menembak jatuh puluhan helikopter serta merebut kembali satu kota pada Senin pagi.

Pejabat AS mengatakan, Rusia telah meluncurkan 625 rudal, yakni jarak pendek, permukaan ke udara, dan jelajah. Jumlah rudal yang ditembakkan terus bertambah belakangan ini.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Rusia Bombardir Ukraina dengan Rudal dan Drone, 8 Orang Tewas Puluhan Terluka

57 tahun lalu

Bersejarah! Prancis dan Suriah Sepakat Buka Kedutaan Lagi setelah 14 Tahun

57 tahun lalu

Serangan Rudal AS Hancurkan Jembatan Kereta Hubungkan Iran dengan China dan Rusia

57 tahun lalu

Mencekam! Ledakan Guncang Kawasan Dekat Hotel Tempat Menginap Macron di Damaskus

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal