14 Juta Siswa SD Filipina Menjadi Sasaran Pemeriksaan Narkoba

Anton Suhartono
(Foto: AFP)

MANILA, iNews.id - Presiden Filipina Rodrigo Duterte tak mengendurkan kampanye memerangi kejahatan narkoba. Meskipun dikecam oleh komunitas internasional terkait penanganan terhadap para pelaku kejahatan narkoba yang dianggap melanggar hak asasi manusia (HAM), Duterte terus memperluas kampanye, bahkan hingga ke anak-anak.

Sejak menjabat sebagai presiden pada Juni 2016, 4.200 orang terduga bandar dan pengguna narkoba tewas dalam operasi. Penanganan kejahatan narkoba pemerintahan Duterte pun menjadi perhatian global, termasuk Dewan HAM PBB.

Untuk kampanye terbaru ini, penegak hukum mengusulkan pemeriksaan terhadap siswa SD kelas 4 atau anak berusia 10 tahun ke atas serta para guru.

Pejabat badan narkotika Filipina (DDB), Catalino Cuy, mengatakan, usulan untuk masuk ke sekolah-sekolah dasar tengah dipelajari. Hal ini sebagai upaya pencegahan bahaya narkoba di institusi pendidikan, terutama tingkat dasar.

"Program pencegahan narkoba di sekolah sudah dibuat. Ini terbukti efektif dalam menghalangi penggunaan narkoba dan menanamkan pentingnya gaya hidup sehat dan bebas narkoba di kalangan siswa," kata Cuy, dikutip dari Reuters, Sabtu (23/6/2018).

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Buletin
22 hari lalu

Filipina Tetapkan Status Darurat Energi Akibat Perang Timur Tengah

Internasional
22 hari lalu

Breaking News: Filipina Tetapkan Status Darurat Energi Dampak Konflik Timur Tengah

Internasional
2 bulan lalu

Umumkan Maju Pilpres Filipina, Wapres Sara Duterte Minta Maaf Pernah Dukung Bong Bong Marcos

Internasional
2 bulan lalu

Pecah Kongsi dengan Bong Bong Marcos, Wapres Filipina Sara Duterte Maju Pilpres

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal