KUALA LUMPUR, iNews.id - Peta politik Malaysia memasuki babak baru. Sebanyak 12 partai oposisi resmi bergabung dalam sebuah koalisi longgar dengan satu tujuan utama, memperjuangkan aspirasi rakyat di tengah meningkatnya beban ekonomi.
Menariknya, partai-partai yang tergabung berasal dari spektrum ideologi yang sangat beragam, mulai dari kelompok Islamis hingga sosialis, namun kali ini mereka bersatu dalam isu yang sama, yakni krisis biaya hidup.
Koalisi ini dipimpin oleh Presiden Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu), Muhyiddin Yassin, yang juga mantan Perdana Menteri. Partai yang ikut serta mencakup Partai Islam SeMalaysia (PAS), Parti Gerakan Rakyat Malaysia, Parti Pejuang Tanah Air, Ikatan Demokratik Malaysia, Parti Rakyat India Malaysia, Parti Bumiputera Perkasa Malaysia, Parti Progresif Penduduk Malaysia, Barisan Jemaah Islamiah Se-Malaysia, Parti Sosialis Malaysia, Parti Kemajuan Malaysia, dan Parti Perikatan India Muslim Nasional, serta sebuah organisasi masyarakat bernama Bersepakat Hak Rakyat Malaysia.
Muhyiddin menegaskan, tujuan koalisi ini bukan untuk menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Anwar Ibrahim, melainkan menyoroti isu-isu mendesak yang dirasakan rakyat.
“Ini adalah hal-hal yang membutuhkan perhatian, termasuk Rencana Malaysia ke-13, yang menurut kami belum menyentuh banyak masalah utama rakyat,” ujarnya dalam konferensi pers pada Senin.