JAKARTA, iNews.id - Umat Islam di seluruh dunia akan melaksanakan puasa Ramadan 1447 H. Ada perebedaan dalam penentuan awal puasa, 18 atau 19 Februari 2026, bergantung pada pengamatan hilal di negara masing-masing.
Tahun ini durasi puasa tampaknya tak seekstrem tahun-tahun sebelumnya, yakni antara 11 hingga 15 jam. Ini terkait dengan peralihan musim dingin di belahan Bumi utara di mana durasi malam relatif panjang dibandingkan siang.
Waktu Ramadan, ditentukan berdasarkan kalender hijriah, selalu berubah karena maju 10 hingga 12 hari setiap tahun. Hal ini karena kalender hijriah didasarkan pada pergerakan bulan, dengan durasi 29 atau 30 hari, berbeda dengan masehi, 30-31 hari.
Bagi hampir 90 persen penduduk dunia yang tinggal di belahan Bumi utara, durasi puasa sedikit lebih pendek tahun ini dan akan terus berkurang hingga 2031. Alasannya, Ramadan berlangsung pada titik balik musim dingin, hari terpendek dalam setahun.
Namun bagi umat Muslim di selatan Khatulistiwa, durasi puasa akan lebih lama dibandingkan tahun lalu.
Karena tahun lunar lebih pendek daripada matahari 11 hari, Ramadan akan dirayakan dua kali pada 2030. Ramadan pertama dimulai pada 5 Januari, kemudian dimulai lagi pada 26 Desember.
Durasi Puasa
Karena sebagian negara di belahan bumi utara masih merasakan musim dingin pada Ramadan tahun ini, umat Islam akan berpuasa sekitar 12 hingga 13 jam pada hari-hari pertama.
Muslim di negara-negara selatan seperti Cile, Selandia Baru, dan Afrika Selatan akan berpuasa paling lama, sekitar 14 hingga 15 jam pada hari pertama. Namun, durasinya akan terus berkurang hingga akhir Ramadan.
Daftar 5 Negara dengan Durasi Puasa Terpanjang
1. Selandia Baru (Christchurch) 15 jam 22 menit
2. Cile (Puerto Montt) 15 jam 13 menit
3. Australia (Canberra) 14 jam 48 menit
4. Uruguay (Montevideo) 14 jam 42 menit
5. Argentina (Buenos Aires) 14 jam 42 menit.