“Yang terpenting adalah menjaga kondisi fisik. Jangan memaksakan diri, apalagi cuaca di Madinah saat ini cukup panas,” tutur dia.
Dahnil pun meminta prinsip pelayanan kesehatan yang cepat dan responsif diterapkan secara maksimal. Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) maupun klinik sektor diminta tetap siaga penuh untuk melayani kebutuhan jemaah.
“Prinsipnya adalah fast response. Setiap laporan harus segera ditindaklanjuti dengan empati dan kepedulian. Saya minta seluruh petugas kesehatan benar-benar siap memberikan pelayanan terbaik,” tegasnya.
Selain layanan kesehatan, dia juga meminta pengawasan ketat terhadap layanan konsumsi agar kebutuhan gizi jemaah tetap terpenuhi. Menurutnya, asupan makanan yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kebugaran jemaah selama berada di Madinah.
Menjelang fase akhir operasional haji, Dahnil mengingatkan tugas pelayanan belum berakhir. Dia meminta seluruh petugas tetap menjaga semangat dan fokus memberikan layanan terbaik hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air.
“Haji belum selesai. Justru pada fase ini pelayanan harus semakin optimal karena jemaah membutuhkan perhatian lebih besar setelah melewati puncak ibadah haji,” pungkasnya.