Jauhar menambahkan, ketatnya aturan dari Arab Saudi membuat proses penggantian jemaah tidak mudah dilakukan. Hal ini berpotensi menyebabkan kursi keberangkatan kosong.
“Open seat saat ini aturan dari Arab Saudi ketat, tidak mudah mengeluarkan visa. Kemungkinan kalau tidak berangkat seat-nya akan kosong karena proses ganti visa itu butuh waktu,” katanya.
Selain tiga jemaah yang gagal berangkat, terdapat satu jemaah Kloter 4 asal Sleman yang sempat mengalami kendala kehilangan kartu identitas saat perjalanan menuju embarkasi.
Jemaah bernama Wartini mengaku sempat panik karena tidak menemukan kartu identitasnya.
“Saat saya mau naik bus sudah saya cek, giliran saya mau turun mau saya foto kok nggak ada. Posisi ingat di bus, ya bisa berangkat insya Allah, nanti ambil di koper besar, ini mungkin ujian kesabaran,” ujarnya.
Meski gagal berangkat tahun ini, pihak panitia memastikan para calon jemaah haji masih memiliki kesempatan untuk berangkat pada tahun berikutnya, selama kondisi kesehatan memungkinkan.
Jika pada tahun depan kondisi kesehatan tetap tidak memungkinkan, hak keberangkatan dapat dialihkan kepada anggota keluarga sesuai ketentuan yang berlaku.