Tak hanya bagi lansia, para jemaah haji perempuan pun mendapatkan layanan dari petugas haji Indonesia Daker Bandara. Layanan tersebut berupa akses konsultasi dari petugas bimbingan ibadah perempuan.
“Untuk layanan ramah perempuan, cenderung untuk program bimbingan ibadah terkait fikih perempuan. Jemaah haji kita banyak perempuan, mereka perlu konsultasi fikih perempuan itu harusnya kepada petugas pembimbing ibadah perempuan,” katanya.
Layanan ini tak hanya didapatkan di Bandara Madinah, tetapi juga Bandara Jeddah. Berdasarkan data, dari total 203.320 orang jemaah haji reguler Indonesia, sekitar 80 persen masuk dalam kategori risiko tinggi.