Godaan untuk terus memforsir diri beribadah sunah menjadi tantangan psikologis tersendiri bagi jemaah haji Indonesia. Rasa rindu bertahun-tahun sering memicu jemaah untuk melakukan ibadah umrah sunah secara berulang.
Padahal, menguras tenaga sebelum hari wukuf tiba sangat berisiko memicu tumbangnya kondisi kesehatan jemaah. Rukun haji yang sah dan wajib justru berada di Padang Arafah, bukan pada perbanyakan ibadah sunah.
Guna menghindari kelelahan akibat kepadatan lalu lintas dan lautan manusia, petugas memberikan solusi alternatif ibadah. Jemaah diminta tidak perlu memaksakan diri menuju Masjidil Haram pada jam-jam puncak kepadatan.
"Kami juga mengimbau tidak perlu memaksakan diri ke Masjidil Haram di waktu-waktu padat, gunakan fasilitas masjid di sekitar hotel juga termasuk musala," kata Abdillah saat mengedukasi jemaah.
Keberadaan musala di setiap tower penginapan sengaja disiapkan agar jemaah tetap bisa beribadah berjemaah dengan nyaman. Fasilitas terdekat ini menjadi benteng utama dalam menjaga stabilitas fisik jemaah, khususnya kalangan lansia.
Melalui pendampingan yang intensif ini, pemerintah berharap seluruh jemaah Indonesia dapat melalui fase wukuf tanpa kendala berarti. Kondisi prima akan menuntun jemaah meraih predikat haji mabrur dengan sempurna.