Ihsan menambahkan, tanpa kartu tersebut pergerakan jemaah akan sangat terbatas, bahkan berpotensi dilarang memasuki tempat ibadah.
"Kartu Nusuk ini menjadi syarat masuk ke beberapa tempat, misalkan ke Masjid Haram atau Masjid Nabawi," katanya.
Sebagai bentuk terobosan tata kelola tahun ini, kartu pintar tersebut telah dibagikan oleh pihak Syarikah langsung di embarkasi keberangkatan. Kebijakan proaktif ini diharapkan mampu menjamin keamanan jemaah dari potensi pemeriksaan aparat, sehingga mereka dapat fokus beribadah dengan tenang di Tanah Suci.