Perhatian ekstra langsung diberikan kepada 30 jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas yang tergabung dalam rombongan. Untuk tahap awal, mereka dimasukkan ke kamar sesuai regu agar bisa segera meluruskan punggung dan beristirahat.
"Nanti kita sisir kembali, jemaah yang disabilitas atau terkait kendala kesehatan akan ditempatkan di tempat yang lebih ramah," tegas Ronald memberikan jaminan fasilitas.
Setelah proses penempatan kamar selesai, jemaah diimbau untuk tidak langsung memaksakan diri keluar hotel di bawah sengatan matahari. Mereka diwajibkan memulihkan stamina sebelum menghadapi aktivitas fisik yang jauh lebih berat di Masjidil Haram.
Baru pada menjelang malam hari, rombongan kloter perdana ini akan diarahkan secara bertahap menuju Baitullah. Di sana, mereka akan menunaikan tawaf dan sa'i sebagai syarat mutlak penyelesaian ibadah umrah wajib.