Jarak yang begitu dekat ini memberikan keuntungan fisik yang luar biasa, terutama bagi keselamatan jemaah lanjut usia. Mereka bisa bolak-balik menuju masjid pada setiap waktu shalat tanpa harus menguras banyak tenaga dan terhindar dari kelelahan ekstrem.
Selain kemudahan akses fisik, menetap di radius terdekat dengan makam Rasulullah SAW juga memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi jemaah. Ketenangan batin ini diakui menjadi modal spiritual yang sangat berharga sebelum jemaah berjuang pada puncak haji nanti.
"Rasanya sangat tenang di sini. Bisa setiap saat menyapa dan merasa dekat dengan Rasulullah di Nabawi adalah anugerah terbesar bagi kami," kata Qomaruzzaman dengan nada haru.
Kini, fokus para petugas kloter langsung dialihkan pada mitigasi kesehatan selama perjalanan menuju Makkah dan sesampainya di sana. Jemaah terus diimbau untuk disiplin menjaga hidrasi tubuh dengan banyak minum air demi menjaga stamina.