Minyak Goreng Langka, Puluhan Produsen Tahu Berhenti Beroperasi di Bojonegoro

Dedi Mahdi
Beginilah usaha perajin tahu milik Pranyoto di Kelurahan Ledok Kulon, Bojonegoro.

BOJONEGORO, iNews.id - Beginilah usaha perajin tahu milik Pranyoto di Kelurahan Ledok Kulon, Bojonegoro. Satu dari sejumlah produsen tahu yang masih bertahan. Meski harus pontang-panting mencari minyak goreng yang sulit didapatkan.
 
Kebijakan pemerintah yang menetapkan minyak goreng satu harga di Rp14 ribu per liter, membuat produsen tahu kebingungan karena minyak goreng sulit didapat di pasaran.  

Bahkan pembelian dibatasi maksimal hanya 2 liter. Sedangkan di agen minyak curah stoknya juga kosong. Padahal kebutuhan penggorengan tahu setiap hari butuh minyak goreng sekitar 35 liter.
 
Sedikitnya terdapat 350 perajin di Ledok Kulon. Dari jumlah tersebut 30 diantaranya berhenti beroperasi, akibat kesulitan mendapat minyak.
 

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Harga Telur Meroket di Pasar Palmerah Jelang Nataru, Tembus Rp33.000 Per Kg

57 tahun lalu

Gibran Blusukan Bareng Dico ke Pasar Semarang, Sinyal Dukungan di Pilwalkot?

57 tahun lalu

Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Lapangan Gas JTB Bertekad Jaga Keandalan Produksi

57 tahun lalu

Mencengangkan! Kasus Perceraian di Bojonegoro Meningkat Pasca Lebaran 2024

57 tahun lalu

Kebutuhan Energi Nasional Meningkat, JTB Bojonegoro Siap Jaga Pasokan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal